Terumbu Karang merupakan ekosistem khas perairan tropik, habitat berbgaia biota laut untuk tumbuh dan berkembang biak dalam kehidupan yang seimbang. Sifat yang menonjol dari terumbu karang adalah produktivitas dan keanekaragamannya yang tinggi, jumlah spesies yang sangat banyak, bentuk morfologi yang sangat bervariasi serta mempunyai biomassa yang besar.
Dalam pengklasifikasiannya, karang termasuk dalam filum Cnidaria, yaitu organisme yang memiliki penyengat.
Menurut Veron (2000) karang diklasifikasikan sebagai berikut:
Filum : Cnidaria
Kelas : Anthozoa
Ordo : Sclerectinia ( Madreporaria )
Terumbu karang mempunyai peranan yang sangat penting dalam lingkungan pesisir dan lautan, baik ditinjau dari segi biologi, ekologi, sosio-ekonomi maupun budaya.
--Manfaat Bio-Ekologi--
Secara ekosistem pesisir, terumbu karang mempunyai manfaat secara bio-ekologi sebagai berikut:
# penyedia pangan (perikanan perairan karang);
# pelindung pantai sebagai pemecah ombak dan pantai;
# tempat hidup, berpijah, bertelur,mencari makan dari berbagi macam biota laut yang bernilai
ekonomis tinggi;
# sebagai pencatat iklim atau gejala masa lalu;
# penghasil berbagai macam bahan baku obat-obatan
Nilai Sosio-Ekonomi
Komunitas karang saling berinteraksi antara komponen biotik dan abiotik yang sangatb dibutuhkan untuk mendukung perekonomian masyarakat antara lain :
# perikanan terumbu karang baik tradisiolanl maupun komersial memberikan sumbangan yang besar untuk meningkatkan kehidupan masyarakat peisir dan perekonomian nasional.
# kegiatan bahari yang bertumpu pada terumbu karang memiliki nilai estetika tinggi memberikan peranan dalam meningkatkan pendapatan daerah dan nasional.
# Keanekaragaman karang dan ikan hias merupakan potensi perdagangan yang cukup besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan aquarium laut dalam dan luar negeri.
Rabu, 23 Januari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar